Jumat, 09 November 2012

Takbir Cinta Zahrana
(Sebuah Novelet Pembangun Jiwa)

Matanya berkaca-kaca. Kalau  tidak  ada kekuatan  iman dalam  dada  ia mungkin  telah memilih  sirna  dari  dunia.
Ujian  yang  ia  derita  sangat  berbeda  dengan  orang-orang  seusianya.  Banyak  yang  memandangnya sukses. Hidup berkecukupan.  Punya  pekerjaan  yang  terhormat dan  bisa  dibanggakan.  Bagaimana  tidak,  ia  mampu meraih  gelar  master  teknik  dari  sebuah  institut teknologi  paling  bergengsi  di  negeri  ini.  Dan  kini  ia dipercaya  duduk  dalam  jajaran  pengajar  tetap  di universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa tengah Semarang.

Rabu, 07 November 2012

Konsep Dasar Masa Nifas


KONSEP DASAR MASA NIFAS

A.    Pengertian Masa Nifas
Masa nifas juga disebut puerperium adalah masa ssetelah plasenta lahir dan berakhir ketika Masa ini sangat penting untuk terus dipantau karena pada masa ini merupakan masa pembersihan rahim.
Ada tiga proses penting pada masa ini  yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut :
1.      Pengecilan rahim atau involusi
Rahim merupakan organ tubuh yang unik karena dapat mengecil dan membesar dengan menambah atau mengurangi jumlah selnya. Berat rahim sekitar 30 gram kurang lebih sebesar telur ayam pada wanita yang tidak hamil dan pada wanita yang mengalami hamil, rahim semakin lama akan semakin membesar seiring bertambahnya umur kehamilan.
Setelah bayi lahir, umumnya berat rahim menjadi sekitar 1000 gram dan dapat diraba kira-kira setinggi 2 jari di bawah umbilicus. Setelah satu minggu beratnya menjadi 500 gram dan setelah dua minggu beratnya berkaurang lagi menjadi 300 gram.
Secara alamiah rahim akan kembali mengecil perlahan-lahan ke bentuk semula. Setelah 6 minggu berat rahim menjadi 40-60 gram. Namun, sebenarnya berat rahim akan kembali normal 30 gram dalam waktu tiga bulan setelah masa nifas.   
2.      Kekentalan darah (hemokonsentrasi) kembali normal
Darah ibu relative lebih encer pada saat hamil, karena cairan darah lebih banyak sedangkan sel darahnya berkurang. Kadar hemoglobin akan cenderung sedikit menurun dari angka normalnya yaitu 11-12 gr%. Namun, setelah melahirkan system sirkulasi darah ibu akan kembali seperti semula. Darah kembali mengental, dimana kadar perbandingan sel darah dan cairan darah kembali normal dan umumnya hal ini terjadi pada hari ke- 3 sampai ke- 15 pascapersalinan.
3.      Proses laktasi
Plasenta mengandung hormone penghambat prolaktin yang menghambat pembentukan ASI. Setelah plasenta lepas, hormone plasenta tidak lagi dihasilkan sehingga terjadi produksi ASI. ASI keluar 2-3 hari setelah melahirkan.

B.     Tujuan Asuhan Masa Nifas
Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas untuk :
1.      Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.
2.      Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.
3.      Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari.
4.      Memberikan pelayanan keluarga berencana.
5.      Mendapatkan kesehatan emosi.

C.     Peran dan Tanggung Jawab Bidan dalam Masa Nifas
Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian asuhan post partum. Adapun peran dan tanggung jawab dalam masa nifas antara lain :
1.      Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.
2.      Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga.
3.      Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.
4.       Membuat kebijakan, perencana program kesehatan yang berkaitan ibu dan anak dan mampu melakukan kegiatan administrasi.
5.      Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan.
6.      Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman.
7.      Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas.
8.       Memberikan asuhan secara professional.